oleh

Bongkar Dugaan Penyimpangan DD, Jaksa Geledah Paksa Kantor PMD dan Dinsos Kepahiang

KEPAHIANG, Journal.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang, Provinsi Bengkulu melakukan penggeledahan secara paksa terhadap 2 OPD yakni Dinas PMD dan Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang. Untuk mendapatkan dokumen pendukung terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa (DD) di Desa Daspetah 1, Kecamatan Uajan Mas, Kabupaten Kepahiang pada tahun anggaran 2018.

Penggeledehan dilakukan secara paksa lantaran kedua OPD terkait tidak menyerahkan dokumen yang diminta oleh pihak Kejaksaan. Bahkan pihak Kejaksaan pernah menyurati Dinas PMD dan pihak Kecamatan Ujan Mas, namun dokumen yang diminta belum juga diserahkan. Penggeledahan dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Riky Musriza, SH., MH, didampingi Kasi Intel, Arya Marsepa, SH, pada Senin (10/8/2020).

Pertama Jaksa melakukan penggeledahan di Dinas Sosial, kemudian dilanjutkan ke Dinas PMD. Anehnya, hampir satu jam dilakukan penggeledahan di gudang tempat penyimpanan arsip pengelolaan Dana Desa, tim dari Kejaksaan tidak menemukan dokumen Desa Daspetah I, sementara dokumen desa-desa lain ada.

“Sebelumnya kita sudah pernah menyurati Dinas PMD dan pihak Kecamatan Ujan Mas untuk meminta dokumen Desa Daspetah 1, terkait pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2018, tapi tidak juga diserahkan. Surat kita memang dibalas, tapi dokumen yang kita minta belum lengkap, itulah kita lakukan upaya penggeledahan paksa hari ini,” ujar Plh. Kajari Kepahiang, Adam Ohoiled, SH., MH, melalui Kasi Pidsus Riky Musriza, SH., MH, didampingi Kasi Intel, Arya Marsepa, SH.

Lantaran dokumen yang dicari tidak ditemukan di Kantor Dinas Sosial dan Dinas PMD, tim dari Kejaksaan meyasar ke Kantor Camat Ujan Mas dan kantor Desa Daspetah 1. Di dua kantor ini tim menemukan beberapa dokumen terkait realisasi pengelolaan Dana Desa Daspetah 1 tahun anggaran 2018, tapi belum sepenuhnya.

“Di kantor Camat Ujan Mas dan Kantor Desa Daspetah 1 kita menemukan beberapa dokumen pengelolaan Dana Desa Daspetah 1 tahun anggaran 2018, tapi belum sepenuhnya,” imbuhnya.

Ditanya apakah ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Dinas PMD terkait tidak ditemukannya dokumen pengelolaan Dana Desa Daspetah 1 tahun anggaran 2018 di kantornya itu, dia mengaku belum bisa menyimpulkan. Menurutnya, gudang yang digeledahnya di 2 Dinas tersebut adalah gudang tempat penyimpanan seluruh dokumen pengelolaan Dana Desa tahun 2018. Untuk membuktikan disengaja atau tidak pihaknya akan merangkai fakta-fakta yang terjadi.

“Kita belum menyimpulkan itu, tapi yang jelas dua gudang yang kita geledah tadi itu adalah tempat menyimpan seluruh dokumen pengelolaan dana desa tahun anggaran 2018, tapi dokumen Desa Daspetah 1 tidak kita temukan, kemudian kita lanjutkan ke Kantor Camat Ujan Mas dan Kantor Desa Daspetah 1,” tandasnya. (Go)

Komentar

Artikel Berikutnya