oleh

Diduga Tidak Bayar Pelayanan Gituan, Warga Curah Kalak Ditemukan Tewas Mengenaskan

JOURNAL SITUBONDOKasus pembunuhan sadis terhadap korban Mingso (67) warga Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur akhirnya terungkap. Diduga, korban tidak membayar upah yang dijanjikannya setelah kebutuhannya  terpuaskan.

Pembunuhan terungkap setelah polisi menangkap pelaku, yakni N,F(25), dan J, s (20) warga Desa Kertosari, Kecamatan Jangkar. Kedua pelaku dibekuk petugas sekitar pukul 02.45 WIB, Selasa 10 November 2020.

Kapolres Situbondo, AKBP Achmad Imam Rifai menyampaikan para pelaku dendam karena Suhong mengingkari janji memberi upah setelah melakukan hubungan seksual. pelaku dengan korban saling mengenal dan beberapa kali melakukan perbuatan seks yang tidak lazim atau menyimpang.

“Dari hasil pendalaman di TKP dan investigasi kepada kedua tersangka dan saksi-saksi kita dapat informasi ini berlatar belakang sakit hati yang sudah lama dipendam oleh tersangka. Memang ada indikasi kita dapatkan kalau korban ini memiliki perilaku yang menyimpang,” ujarnya.

Kasus tersebut di duga terencanakan. Sebab, kedua pelaku memang telah berniat menghabisi nyawa Suhong gara-gara tidak mendapatkan upah meski setiap kali mereka selesai berhubungan badan secara tidak normal.

“Korban ini menjanjikan akan memberi kompensasi sejumlah uang pada saat tersangka ini berhasil memuaskan korban. Hal tersebut berlangsung beberapa kali, namun dari korban tidak pernah merealisasikan janjinya dan membuat tersangka ini menaruh dendam,” jelas Imam.

Adapun kronologis peristiwanya diawali permintaan Suhong agar Furqon mau berhubungan seksual. Furqon menceritakan hal itu kepada Jayus, sehingga keduanya mendatangi korban sekitar pukul 18.30 WIB pada Senin, 9 November 2020.

Usai nafsunya terpuaskan, Suhong enggan memberi uang imbalan seperti yang dijanjikan. Pengingkaran itu kemudian menyulut emosi para pelaku hingga nekat menghujamkan pisau yang memang dibawa sejak sebelum pertemuan.

Para pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan menyeret jasad Suhong dan membuangnya ke semak-semak yang kebetulan berada persis dibelakang rumah adik korban.

Furqon dan Jayus kini ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian.

“Untuk Pasal yang kita persangkakan memang sudah direncanakan dengan membawa alatnya akan kita kenakan pasal 340 KUHP kita anggap ini sudah maksimal karena ada perencanaan dengan ancaman seumur hidup atau minimal selama-lamanya 20 tahun,” tegas Imam.

Pewarta : AJYI SAKA

Komentar

Artikel Berikutnya