oleh

Dilapor Lakukan Penganiayaan, Warga Gunung Selan Ditetapkan Jadi Tersangka

JOURNAL BENGKULU UTARA – Salah seorang warga asal Desa Gunung Selan Kecamatan Arga Makmur inisial Nu (46) dan satu orang warga lainnya yakni Me (21) yang merupakan anak laki-laki dari Nu, ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan oleh Polres Bengkulu Utara Polda Bengkulu.

Pasalnya, kedua pria ini dilaporkan oleh An (40) warga Talang Ginting telah melakukan tindak penganiayaan terhadap dirinya, sesuai dengan laporan polisi Nomor : LP/1662-B/IX/2020/BENGKULU/ RES BENGKULU UTARA, tanggal 16 September 2020.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres BU, Polda Bengkulu AKBP Anton Setyo Hartanto, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Jery A Nainggolan, S.IK sebagaimana diterangkan oleh KBO Reskrim Iptu Asnawi pada Pers Conference, di Mapolres BU Rabu (23/9/2020).

Diuraikan oleh Iptu Asnawi, penganiayaan itu terjadi pada Minggu (30/8/2020) lalu, sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu tukang yang bekerja dengan korban tengah bekerja memasang batu pondasi di lahan miliknya di Dusun Gunung Sari, Desa Kalbang, Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara.

“Terduga pelaku, Nu menegur dan menghentikan pekerjaan pemasangan pondasi tersebut, karena menurutnya sudah melewati batas tanah. Kemudian korban datang dan mendapat kabar dari sejumlah saksi bahwa pasangan pondasi sudah dirusak oleh Nu,” terang KBO Res, Iptu Asnawi.

Mendengar kabar tersebut, korban kemudian memanggil Nu dan mengatakan bahwa Nu memang sering cari-cari masalah dengan korban. Disebutkan pula bahwa sebelumnya Nu pernah merusak tanaman milik korban.

“Mendengar kata-kata korban tersebut, pelaku langsung memukul dengan kepalan tinjunya, mengarah ke bibir korban, sehingga mengakibatkan robek dan berdarah,” ujar Iptu Asnawi.

Tidak hanya sampai diditu, anak pelaku inisial Me yang tadinya berada di pondok mendatangi korban dan langsung memukul pada bagian belakang kepala korban, sehingga mengakibatkan luka memar.

“Korban kemudian membuat pengaduan dan selama proses penyelidikan telah dilakukan mediasi. Namun akhirnya pada 18 September lalu korban secara resmi membuat laporan polisi dan perkara dilanjutkan. Posisi kasus masih dalam proses penyidikan,” demikian Asnawi.

Pewarta : Friederick

 

 

Komentar

Artikel Berikutnya