Hindari Penggunaan Dana Tidak Sehat, Gubernur Bengkulu Terapkan Formulasi

Bengkulu, Regional187 views

JOUR-NAL.COM BENGKULU Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah menyebut, guna menghindari penggunaan dana APBD yang tidak sehat, Pemerintah Provinsi Bengkulu menerapkan formulasi belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023.

“Kita diminta oleh Kementerian Dalam Negeri untuk menggunakan formulasi penggunaan APBD 2023,” kata Gubernur, Kamis, 29 September 2022.

Formulasi tersebut, kata Gubernur, adalah alokasi penggunaan anggaran sekitar 30 persen untuk belanja pegawai, sekitar 30 persen untuk pembangunan infrastruktur, sekitar 20 persen untuk pendidikan dan sekitar 10 persen untuk kesehatan.

Oleh karena itu, pada 2022 Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak mengajukan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru. Sebab, pihaknya khawatir akan terjadi pembengkakan anggaran dan jika diangkat maka akan terjadi pembengkakan dana APBD sebesar lima persen.

“Kita sekarang masih bicarakan dengan pemerintah pusat bagaimana alokasi anggaran ketika ada pengangkatan pegawai baru,” ujarnya.

Rohidin menuturkan, hal tersebut dilakukan karena Pemprov Bengkulu telah menerima surat teguran dari Kemendagri terkait belanja pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi telah mencapai hampir 40 persen dari APBD.

“Berdasarkan aturan terbaru bahwa belanja pegawai seharusnya hanya berada pada angka 30 persen dari dana APBD,” ucapnya. [*]

/

Komentar

Artikel Lainnya