oleh

Jika Paslon Tunggal Kalah di Bengkulu Utara

JOURNAL BENGKULU UTARA – Pro kontra dalam pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat menjelang hari pemungutan suara. Pasangan calon (paslon) Pertahana yang ingin merebut kembali posisi yang pernah didudukinya pun menuai penilaian obyektif, ada pula penilaian subyektif. Apalagi pada pilkada yang hanya diikuti oleh pasangan pertahana tunggal, melawan kolom kosong.

Pandangan pragmatis dari sebagian besar partai pengusung terkadang menjadi penyebab pilkada di suatu daerah hanya diikuti satu pasangan calon. Sementara, sebagian masyarakat yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan sebelumnya tidak menghendaki pasangan calon pertahana, karena dinilai tidak berhasil memenuhi harapan masyarakat yang beragam.

Pada saatnya kelak, pasangan calon tunggal ternyata kalah, alias pilkada dimenangkan oleh kolom kosong, menurut salah seorang politisi Nasdem Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali, S.Sos, MM, maka kabupaten akan dipimpin oleh karetaker bupati, yang ditunjuk oleh pemerintah provinsi, hingga Pilkada berikutnya.

“Masa jabatan karetaker akan ditetapkan selama 1 tahun, bisa diperpanjang atau ditunjuk karetaker lainnya hingga sampai waktu pilkada berikutnya,” tutur Tantawi, Jumat (30/10/2020).

Ketika ditanya, bagaimana dengan penerapan program bidang pembangunan, Tantawi menjawab kemungkinan besar karetaker akan menerapkan program yang telah disusun atau dirancang sebelumnya. Karena, kata dia, kolom kosong tidak ada program.  

“Artinya anggaran dan arah pembangunan bisa diatur sebagaimana mestinya. Tidak ada hambatan apapun baik di pemerintah daerah maupun di DPRD. Hanya saja, program yang dilaksanakan selama satu priode itu mungkin akan disusun baru, bisa juga menerapkan program yang sudah dirancang sebelumnya,” terang dia.

Menurut ketentuannya, lanjut Tantawi, pemilihan kepala daerah yang dimenangkan kolom kosong akan diulang tahun berikutnya. Kandidat yang kalah bisa mendaftar kembali.

“Kita tentunya mendukung aspirasi masyarakat, dan mengingatkan bahwa tanggal 9 desember 2020 nanti merupakan hari H pemungutan suara pada pilkada serentak. Berikanlah hak suaranya demi kelanjutan pembangunan dan kebaikan daerah kita kedepan,” pungkasnya. [*]

 

Komentar

Artikel Berikutnya