Keluhan Petani Kecil di Banyuasin, Pasca Kenaikan BBM

Regional, Sumsel438 views

JOUR-NAL.COM BANYUASIN – Seringnya turun hujan di wilayah Banyuasin, mengakibatkan para petani karet tidak bisa menyadap karetnya. seperti halnya para petani di Desa Talang Kemang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Warga Desa Talang Kemang mengeluh jika sudah turun hujan maka lumpuh juga pekerjaan bagi warga yang hanya sebagai buruh tani, hal ini dikatakan oleh Poniran (46)salah satu warga Desa Talang Kemang Dusun IV RT 04.

Poniran yang bekerja hanya sebagai buruh tani ini menghidupi istri dan dua orang anaknya merasa sangat berdampak sekali jika musim penghujan tiba.”Saya hanya buruh tani, kerjanya nyadap karet jika tiap sore hujan, ya sudah tidak jadi dapat getah, karena getahnya habis kena hujan.”kata bapak 2 orang anak

Poniran juga sangat sedih dengan keadaan sekarang ini, pengeluaran lebih besar daripada pendapatan “Pokoknya sekarang ini pusing pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan, harga getah karet hanya Rp.8000,- per kilonya,” ucap dia.

Lanjut dia, jjika dijual timbang langsung bayar hanya seharga Rp 4000,00 tidak sesuai dengan harga BBM yang sekarang dijual eceran yang sudah Rp.13.000,- perliternya dan belum harga sembako lainnya yang pada ikut naik.”keluh dia.

Poniran berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan juga kepada warga kalangan dibawah yang kerjanya hanya serabutan yang tidak punya penghasilan tetap.

“Mohon kepada pemerintah tolong perhatikan kami juga sebagai orang kecil hanya buruh tani untuk stabilkan harga bahan pokok dengan harga karet yang kami jual, jangan yang kaya menjadi kaya dan yang miskin tambah miskin,” tutur dia

Pewarta : Suharni

/

Komentar

Artikel Lainnya