Padi Petani Diserang Hama, Dinas Pertanian Tanggamus Seakan Tutup Mata

Berita, Lampung995 views

JOURNAL TANGGAMUS – Sejumlah petani padi di Kabupaten Tanggamus, Lampung mengalami gagal panen,  hal tersebut disebabkan oleh padi sawah mereka diserang hama wereng. Terutama di areal persawahan di Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus.

Salah saorang petani di Terbaya Rusdi mengatakan, dengan kejadian ini, pihak Dinas Pertanian setempat malah seolah-olah tutup mata. Sebab bukan sedikit kerugian yang mereka alami akibat dari serangan hama tersebut.

” Ini kegagalan yang paling parah yang di alami oleh petani di Pekon Terbaya ini. Namun pihak Dinas Pertanian seakan-akan tutup mata atas peristiwa serangan hama wereng ini. Yang membuat kami kecewa kemana PPL Dinas pertanian Tanggamus,” keluh dia.

selain itu kata Rusdi, bantuan obat-obatan baik dari Dinas Pertanian maupun dari Kementerian Pertanian tidak tahu dikemanakan.

“Ironisnya lagi, bangunan OPAL didepan Kantor Dinas Pertanian Tanggamus itu fungsi dan tujuan apa, manfaat bagi petani apa, itu sia-sia dikarnakan keberadaan OPAL (Obor Pangan Lestari) itu tidak kami rasakan manfaatnya,” ungkap Rusdi.

Bukan hanya di petani Padi di Kecamatan Kotaagung yang mengalami kegagalan namun hampir di seluruh wilayah kabupaten Tanggamus mengalami kegagalan panen ini.

Seperti ungkapan-ungkapan para petani yang kecewa dengan dan mengeluhkan keberadaan Dinas pertanian yang tidak memberikan penyuluhan kepada mereka.

“Buat apa ada penyuluh-penyuluh pertanian kalau tidak di pungsikan,” ujar salah seorang petani sawah lainnya.

Menanggapi keluhan para petani yang mengalami gagal panen akibat wabah hama werang yang mendera petani baru-baru ini. Kadis Pertanian Kabupaten Tanggamus Catut menerangkan, terjadinya hama wereng ini sesuai dengan siklus iklim.

“Sesuai amflitudo suhu, banyak petani tidak mengikuti anjuran dari kami (Dinas Pertanian). Sudah kami adakan pengedalian hama. Dari bulan Oktober. Hama werang bukan hanya menyerang di Tanggamus saja yang mengalami gagal panen namun terjadi juga di Pesisir Barat,” katanya.

Disebutkannya, PPL sudah diturunkan ke lapangan, membantu petani. Mengenai OPAL (Obor Pangan Lestari) tersebut bantuan dari Provinsi.

“Sistemnya bergulir, dan terus tetap bergulir. Sudah beberapa kali dimanfaatkan untuk bibit percontohan di Tanggamus,” pungkas Catur.

Pewarta : Julyan

/

Komentar

Artikel Lainnya