Pria Ini Sebut, Sembelih dan Makan Kucing Tak Bisa Dipidana

Bengkulu, Hukum, Sorot603 views

JOUR-NAL.COM BENGKULU – Jhon, warga Kota Bengkulu menyebut, bahwa mengkonsumsi kucing tak dapat dipidana. Sebab, kata Dia, tidak ada pasal dalam KUHP yang melarang seseorang mengkonsumsi kucing. Selain itu, kata dia, Permen Lingkungan Hidup dan kehutanan nomor P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi juga tidak menetapkan kucing sebagai salah satu jenis hewan yang dilindungi.

“Itu hak asasi dia, dia mau makan kucing itu terserah dia, kan secara hukum itu tidak melanggar dan tidak bisa dipidana,” ucap John, Rabu (14/9/2022).

Menurut John, aktifitas makan kucing adalah hal biasa di masyarakat. Bahkan sejumlah masyarakat ada yang secara terang-terangan memakan anjing. Fenomena seperti itu banyak dijumpai di Pasar Ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara.

Selain itu, lanjut Jhon, banyak rumah makan dengan menu Kucing dan Anjing di Sumatera Utara, khususnya Tapanuli, tapi tidak di proses hukum oleh aparat penegak hukum disana.

“Kenapa kucing diributkan, anjing dan kucing saja di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara di konsumsi dan itu tidak melanggar hukum. Polisi harusnya mengurusi urusan yang lebih penting daripada ribut soal orang makan kucing seperti korupsi, narkoba, hingga pelanggaran hukum yang lebih berat lainnya,” tutur John.

Dtegaskan oleh John, pasal apa yang akan diterapkan oleh pihak kepolisian terkait kasus warga memakan kucing. Selama kucing tersebut merupakan hewan peliharaannya. Beda cerita jika kucing tersebut bukan hewan peliharaannya atau kucing tetangga, kemungkinan bisa dijerat pasal pencurian.

“Mau dijerat pasal apa orang itu, dasar hukumnya mana, jangan asal terima laporan lalu menangkap orang dan memenjarakan orang,” kata John.

Lebih lagi John menilai, pasal yang disangkakan kepada warga tersebut yakni Pasal 302 ayat 2 KUHP yang berbunyi jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

Padahal ancaman pasal tersebut hanya berlaku jika dilakukan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diizinkan. Sementara pelaku yang memakan kucing sudah mengaku jika itu dilakukan karena lapar artinya pelaku tidak melakukan itu dengan maksud yang tidak patut, menyembelih atau memotong dengan tujuan untuk mengkonsumsi bukan menyiksa.

“Itu kan untuk dia makan, kenapa di penjara, kalau begitu penjara juga orang yang sembelih ayam, sembelih kambing, sapi, anjing dan sebagainya, toh itu juga hewan peliharaan, kan tidak mungkin. Karena mereka menyembelih dengan maksud dan tujuan yang jelas, termasuk juga yang menyembelih dan memakan kucing ini,” tandasnya. [*]

Baca juga : Penyembelih Kucing di Bengkulu Utara Diamankan Polisi

/

Komentar

Artikel Lainnya