oleh

Sukses Dengan Sejuta Akseptor KB, Banyuasin Dapat Penghargaan Dari BKKBN RI

JOURNAL BANYUASINKinerja Pemkab Banyuasin dibawa Nahkoda Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet kembali mendapat apresiasi dan pengakuan dari Pemerintah Pusat. Kali ini, Sukses dengan Pelayanan Sejuta Akseptor Keluarga Berencana, Kabupaten Banyuasin mendapat penghargaan dari BKKBN Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr Harto Wardoyo, Sp.OG(K) kepada Bupati Banyuasin H Askolani dalam acara ramah tamah kunjungan Kerja Kepala BKKBN di rumah dinas Bupati Banyuasin Pangkalan Balai, Kamis (18/12) kemarin.

Penghargaan yang sama diterima Ketua TP PKK dan Dinas Kesehatan yang ikut mensukseskan terlaksananya pelayanan Sejuta Akseptor di Bumi Sedulang Setudung Banyuasin.

Jumat (19/12) pagi, Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr Harto Wardoyo, Sp.OG(K) dan Bupati Banyuasin H Askolani akan berkunjung ke Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang guna meninjau pelaksanaan pelayanan KB bagi masyarakat di aliran sungai dan terpencil.

Dalam Sambutannya Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen mendukung Penggerakan Program Bangga Kencana di Kabupaten Banyuasin, Pada Tahun 2021 Pemerintah Daerah Melalui OPD Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Banyuasin Mengalokasikan Anggaran Sebesar Sebesar Rp. 762.500.000,- (Tujuh Ratus Enam Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Kemudian Untuk Honor Petugas Pembina KB Desa (PPKBD) Dan Sub PPKBD Di 305 Desa Kelurahan.”Dan Akan Kami Tingkatkan Lagi Di tahun Berikutnya Sesuai Dengan kemampuan Keuangan Daerah, “tegas Bupati Inovatif ini.

Menurut Bupati Askolani, dalam upaya Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Program Bangga Kencana Kepada Petugas Lini Lapangan pihaknya Memberikan Pembekalan Keterampilan Dan Pengetahuan Sehingga Para Petugas Lapangan Dapat Memberikan Penyuluhan Dan Pelayanan Kepada Masyarakat, Terkait Permasalahan Yang Berhubungan Dengan Perempuan Dan Anak Yang Berkaitan Erat Dengan Permasalahan Stunting Yang Merupakan kondisi Gagal Tumbuh Kembang Anak Balita

Upaya Penanggulangan Dan Pencegahan Stunting Menjadi Salah Satu Prioritas Pemerintah Daerah Dan Pada Saat Ini Berdasarkan Data Dari Dinas Kesehatan Kasus Kabupaten Banyuasin Terdapat Stunting Sebanyak 2.295 Balita.

Dengan Demikian Pemerintah Kabupaten Banyuasin Secara Sinergi Dan Gotong Royong Bersama OPD Terkait Dan Masyarakat Terus Melakukan Pendampingan Pada Keluarga Bila Ada Permasalahan Tentang Gizi, Ibu Hamil, Pernikahan Dini Dan Masalah Keluarga Lainnya Dengan Semangat Gotong Royong Dan Sinergi.

“Melalui Program Bangga Kencana Kita Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Banyuasin Bangkit Adil Dan Sejahtera Berkelanjutan Yang Mampu Memenuhi Kebutuhan Generasi Sekarang Tanpa Mengorbankan kebutuhan Mendatang,” pungkasnya.

Sementara Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.Og menyampikan ucapan selamat kepada Kabupaten Banyuasin yang telah memenangkan penghargaan pelayanan KB sejuta sektor.

Memang kata pak Bupati Banyuasin betul ekonomi tumbuh 60% Karena konsumsi dan Bupati melakukan inovasi sendiri untuk pertumbuhan ekonomi seperti akan membuat produk air minum sendiri itu sangat kami apresiasi.

“Saya mengajukan anggaran 4 triliun untuk program Stunting ini ke pemerintah pusat dan akan saya anggarkan juga untuk pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menghadapi Stunting, “terang Kepala BKKBN RI ini.

“Mudah-mudahan cita-cita Bupati Banyuasin dalam Program Bangga Kencana Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Banyuasin Bangkit Adil Dan Sejahtera bisa tercapai, “harapnya.

Pewarta : Suharni

Komentar

Artikel Berikutnya