Tanggulangi Korban Banjir, Pemkab Mukomuko Berutang ke Toko

JOUR-NAL.COM MUKOMUKO – Kabupaten Mukomuko, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut terpaksa berutang kepada pemilik warung dan toko untuk mendapatkan berbagai bahan kebutuhan pokok yang disalurkan kepada warga korban banjir di daerah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ramdani, mengatakan, Sembako tersebut diambil dulu di warung dan toko, pembayarannya setelah cair dana belanja tidak terduga.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko menggunakan anggaran sekitar Rp300 juta dari pos anggaran BTT untuk penanganan banjir yang melanda lima kecamatan di daerah ini.

“Anggaran sebesar Rp 300 juta dari pos BTT itu tidak seluruhnya untuk membeli berbagai bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh korban banjir di daerah ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan pencairan anggaran BTT. Kemungkinan dalam waktu dekat anggaran untuk penanganan banjir tersebut dapat dicairkan.

“Sebanyak 432 keluarga di daerah ini terdampak, tempat pelelangan ikan (TPI) terendam, dua perahu nelayan hanyut, dua unit alat tangkap ikan rusak, dua perahu rusak berat, dan satu perahu rusak sedang, dan satu rumah hanyut,” katanya.

Sebanyak 432 keluarga tersebut tersebar di lima kecamatan, Rinciannya :

22 keluarga di Desa Semundam,

95 keluarga di Desa Air Buluh,

74 keluarga di Desa Pulau Makmur,

36 keluarga di Desa Pulau Baru.

33 keluarga di Desa Pondok Kopi,

7 keluarga di Desa Pasar Ipuh,

5 keluarga di Desa Dusun Pulau,

38 keluarga di Desa Talang Rio,

12 keluarga di Desa Air Rami,

105 keluarga di Desa Pondok Batu,

5 keluarga di Kecamatan Lubuk Pinang. [*]

/

Komentar

Artikel Lainnya