oleh

Tipu Korban Gunakan Akun Palsu, Pemuda Banyuasin Terjerat UU ITE

JOURNAL BANYUASINPemuda di Kabupaten berinisial AD (19), kini ditangkap pihak Kepolisian lantaran telah melakukan penipuan dan pemerasan serta ancaman melalui media sosial (Medsos) terhadap korbannya yang merupakan seorang perempuan berinisial BN (20).

Hal ini diungkapkan Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi, S.IK., MH didampingi Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putra saat menggelar Press Release di Markas Besar Polres (Mapolres) Banyuasin pada Jum’at (22/01) sekitar Pukul 16.00 WIB.

Kejadian Bermula dari Pelaku yang dengan sengaja membuat akun sosial Facebook dan WhatsApp Palsu dengan foto profil berwajah tampan dengan nama samaran. Kemudian pelaku mencari nomor Handphone korban dan mengajaknya berkenalan dengan mengirimkan chat melalui via WhatsApp.

“Pada saat korban merespon chat tersebut, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan bujuk rayu dan mengajak korban untuk berpacaran. Tertarik dengan foto korban yang berwajah tampan, korban langsung menerima pelaku menjadi pacarnya,”ungkap dia.

Pelaku dan Korban akhirnya berpacaran lewat WhatsApp dan pelaku kembali merayu dengan meminta korban mengirimkan bagian sensitifnya. Awalnya korban menolak, tetapi karena terus dibujuk dan dirayu akhirnya korban mengirimkan foto sensitifnya kepada pelaku.

“Setelah foto korban dikirim, pelaku kemudian mengajak korban berhubungan badan, namun ditolak karena takut hamil. Setelah itu pelaku meminta korban mengirimkan uang Rp 2 Juta, apabila korban menolak, maka pelaku akan menyebarkan foto korban ke sosial media,”jelas Ikang.

Korban yang ketakutan kemudian menyanggupi permintaan pelaku. Pertama korban mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 1 juta. Setelah itu korban kembali mentransfer sebanyak Rp 500 ribu.

“Karena korban belum sanggup mencukupi uang yang diminta, pelaku kembali mengancam akan memviralkan foto korban. Merasa terancam, korban pun melaporkan hal ini ke Polres Banyuasin,”terang dia.

Setelah menerima laporan tersebut, Kata Ikang, bersama Kanit Pidsus Ipda Almukminin melakukan penyelidikan. Setelah diketahui identitas pelaku, akhirnya pelaku ditangkap dan dibawa ke Polres Banyuasin guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan ternyata pelaku telah melakukan perbuatan ini sekitar 8 kali dengan korban yang berbeda dan baru kali ini pelaku berhasil menipu Korbannya,”kata dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putera mengatakan bahwa atas perbuatannya, maka pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 27 Ayat 4, Jo Pasal 45 Ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Atas kejadian ini pelaku diancam hukuman 6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 1 Miliar. Hal ini merupakan respon cepat kami dari pihak kepolisian sebagaimana program dari Polri dan diharapkan kedepan tidak ada lagi korban selanjutnya,”tegas dia.

Pewarta : Suharni

Komentar

Artikel Berikutnya